SEJARAH DESA BIGO SELATAN
2025Asal Usul Nama dan Wilayah
Nama "Bigo" diyakini berasal dari bahasa daerah setempat (Kaidipang/Bolmong) yang merujuk pada sejarah pemukiman tua di wilayah tersebut. Sebelum menjadi desa definitif, wilayah Bigo Selatan merupakan satu kesatuan dengan Desa Bigo (Desa Induk).
Masyarakat Bigo dikenal memiliki ikatan kekerabatan yang kuat dan memegang teguh adat istiadat yang dipengaruhi oleh kebudayaan Kerajaan Kaidipang dan Bolaang Mongondow pada umumnya.
Proses Pemekaran (Berdirinya Desa)
Sejarah terbentuknya Desa Bigo Selatan tidak lepas dari dinamika pertumbuhan penduduk dan kebutuhan akan pelayanan pemerintahan yang lebih efektif.
Masa Sebelum Pemekaran: Semula, Bigo Selatan adalah dusun atau bagian dari wilayah Desa Bigo. Segala urusan administrasi terpusat di desa induk.
Masa Pemekaran: Seiring dengan terbentuknya Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (pemekaran dari Kab. Bolaang Mongondow) dan semangat otonomi daerah, masyarakat di wilayah selatan Desa Bigo merasa perlu untuk memekarkan diri. Tujuannya adalah untuk mendekatkan pelayanan publik dan mempercepat pembangunan infrastruktur yang merata.
Peresmian: Melalui musyawarah desa dan persetujuan pemerintah daerah, Desa Bigo Selatan akhirnya dimekarkan dan disahkan menjadi desa definitif (Biasanya terjadi di kisaran tahun 2000-an atau setelah pembentukan Kabupaten Bolmut tahun 2007 - Silakan isi tahun pastinya jika ada data lokal).
Kepemimpinan (Sangadi)
Sejak berdiri sendiri, Desa Bigo Selatan telah dipimpin oleh beberapa Sangadi (Kepala Desa) yang dipilih secara demokratis maupun pejabat sementara (Pjs) yang ditunjuk pemerintah kecamatan. Para pemimpin ini silih berganti membangun desa, mulai dari pembukaan jalan desa, pembangunan sarana air bersih, hingga pemberdayaan masyarakat tani dan nelayan yang menjadi mata pencaharian utama warga.
Kehidupan Sosial Budaya
Masyarakat Desa Bigo Selatan mayoritas memeluk agama Islam dengan nuansa adat yang masih kental. Semangat gotong royong (Moposad/Mohuyula) masih sering terlihat dalam kegiatan pembangunan rumah warga, acara pernikahan, maupun kegiatan keagamaan. Bahasa sehari-hari yang digunakan adalah Bahasa Kaidipang dan Bahasa Melayu Manado.
Daftar Kepala Desa
| No | Nama | Jabatan | Periode |
|---|---|---|---|
|
1
|
B
Bapak...
|
Sangadi | 1900 |
|
2
|
Y
Yusman Hunoawu
|
Sangadi | 2024 - 2031 |
Total Pemimpin
2
Kepala Desa Aktif
Tidak ada
Sejak Tahun
2024